EduMuslim.org - Ulama adalah obor yang senantiasa menerangi kehidupan umat manusia di tengah kegelapan. Nasehatnya menjadi penawar kegetiran hati yang luka menganga. Kalamnya adalah tetesan air jernih yang menyegarkan disaat dahaga. Ulama adalah panutan yang menuntun jiwa-jiwa yang kehilangan arah. Dengarkan nasehatnya ikuti fatwanya. Niscaya keselamatan menyertai anda.


Hakikat Syahwat dan Syubhat yang Diikuti Seorang Hamba di Dunia


Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan,

ولينظور الشبهات والشهوات التي تعوقه عن سيره على هذا الصراط المستقيم فإنها الكلاليب التي بجنبتي ذاك الصراط تخطفه وتعوقه عن المرور عليه فإن كثرت هنا وقويت فكذلك هي هناك.

“Hendaklah seorang hamba memperhatikan syahwat dan syubhat (yang dia ikuti saat di dunia) yang menghalanginya untuk tetap berjalan di atas sirathal mustaqim (jalan yang benar). Sungguh, keduanya adalah kalalib (semacam gancu) yang berada di dua tepi jembatan sirath (di akhirat), yang akan mencabiknya dan menghalanginya untuk melintas. Seberapa banyak penghalang tersebut di dunia, sebanyak itu pula di sana (akhirat)." 

Sebagaimana dalam ayat:

وما ربك بظلام للعبيد

“Dan tidaklah Tuhanmu zalim terhadap hamba-Nya.” (QS Fushshilat [41]: 42) [Sumber: Madarijus Salikin, hlm. 16]

Sedikit Bicara, Banyak Beramal


Imam al-Auza'i rahimahullah berkata, 

إن المؤمن يقول قليلا ويعمل كثيرا، وإن المنافق يتكلم كثيرا ويعمل قليلا.

"Sesungguhnya, seorang mukmin itu sedikit berkata dan banyak beramal. Adapun orang munafik, banyak berbicara dan sedikit beramal."

[Sumber: Siyar A'lamin Nubala', jilid 7, hlm. 125]

Takutlah Hanya kepada Allah


Imam al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah menyampaikan pesan, 

من خاف الله لم يضره أحد، ومن خاف غير الله، لم ينفعه أحد

"Barang siapa yang takut hanya kepada Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa memudharatinya. Barang siapa yang takutnya kepada selain Allah, maka tidak akan bermanfaat (untuknya) seorang pun."

[Sumber: Siyar A'lamin Nubala', jilid 8, hlm. 426]

Orang Awam Lebih Baik daripada Ahli Ilmu Kalam


Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah menegaskan,

وتجد  أضعف الناس بصيرة أهل الكلام الباطل المذموم الذي ذمه السلف لجهلهم بالنصوص ومعانيها وتمكن الشبه الباطلة من قلوبهم، وإذا تاملت حال العامة الذين ليسوا مؤمنين عند أكثرهم رأيتهم أتم بصيرة منهم وأقوى إيمانا وأعظم تسليما للوحي وانقيادا للحق. 

"Anda akan dapati ahli kalam--yang merupakan ilmu batil, tercela, dan direndahkan oleh para salaf-adalah orang yang paling lemah bashirah-nya (pancaran ilmu di hati). Hal itu disebabkan kebodohan mereka tentang dalil-dalil yang tegas beserta maknanya, juga karena kuatnya syubhat sesat yang menguasai hati mereka. Jika Anda perhatikan keadaan orang awam--yang menurut mayoritas ahli kalam tidak teranggap beriman--, Anda akan dapati bashirah-nya lebih sempurna, imannya lebih kuat, lebih pasrah di hadapan wahyu, dan lebih tunduk terhadap kebenaran."

[Sumber: Madarijus Salikin, hlm. 96]

Jika Ingin Mendapat Mimpi yang Nyata


Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah memaparkan, 

ومن أراد أن تصدق رؤياه فليتحرَّ الصِّدقَ وأكلَ الحلال والمحافظةَ على الأمر والنّهي، ولينم على طهارةٍ كاملةٍ مستقبلَ القبلة، ويذكر الله حتّى تغلبه عيناه؛ فإنّ رؤياه لا تكاد تكذب البتّة

“Dan siapa yang ingin mimpinya benar nyata, hendaklah ia berupaya jujur (dalam iman), makan dari yang halal, senantiasa melanggengkan taat perintah, dan menjauhi larangan. Ia mesti tidur dengan kesucian badan yang sempurna, menghadap kiblat, mengingat Allah sampai kedua matanya terlelap. Mimpi yang akan dilihatnya, nyaris dipastikan tidak meleset selamanya.”

[Sumber: Madarijus Salikin, jilid 1, hlm. 83]

Berilah Uzur untuk Saudaramu


Ibnu Mazin rahimahullah menjelaskan, 

المومن يطلب معاذير إخوانه والمنافق يطلب عثراتهم.

"Seorang mukmin pasti akan mencari uzur (dari kesalahan) saudaranya, sedangkan seorang munafik akan mencari-cari ketergelinciran saudaranya."

[Sumber: Adabul 'Isyrah, hlm. 14]

Urgensi Berlindung dari Kekafiran dan Kefakiran


Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah memaparkan, 

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memohon perlindungan kepada Allah dari kefakiran dan mengiringkannya dengan kekafiran."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran."

"Sebab, kebaikan itu ada dua macam: 1) Kebaikan akhirat, yang lawannya adalah kekafiran; 2) Kebaikan dunia, yang lawannya adalah kefakiran. Kefakiran adalah sebab penderitaan dunia dan kekafiran adalah sebab siksaan akhirat."

[Sumber: 'Uddatush Shabirin, hlm. 401]

Tanda Keselamatan Qalbu


Ash-Shaqthi rahimahullah mengatakan, 

من أجل أخلاق الأبرار سلامة الصدر للإخوان والنصيحة لهم.

"Termasuk akhlak baik yang terbesar adalah keselamatan hati dari (hasad) kepada sesama, dan tulus (menginginkan kebaikan) untuk mereka."

[Sumber: Adabul 'Isyrah, hlm. 21]

Akibat Beribadah Tanpa Ilmu


Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan,

من عبد اللّٰه بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح.

"Seseorang yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka apa yang akan dia rusak lebih banyak daripada yang dia perbaiki."

[Sumber: al-Amru bil Ma'ruf, hlm. 27]

Dua Penyakit Hati dan Obatnya


Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan, 

"ثُمَّ إِنَّ الْقَلْبَ يَعْرِضُ لَهُ مَرَضَانِ عَظِيمَانِ، إِنْ لَمْ يَتَدَارَكْهُمَا الْعَبْدُ تَرَامَيَا بِهِ إِلَى التَّلَفِ وَلَا بُدَّ، وَهُمَا الرِّيَاءُ، وَالْكِبْرُ، فَدَوَاءُ الرِّيَاءِ بِ {إِيَّاكَ نَعْبُدُ} [الفاتحة: 5] وَدَوَاءُ الْكِبْرِ بِ {إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [الفاتحة: 5] .
وَكَثِيرًا مَا كُنْتُ أَسْمَعُ شَيْخَ الْإِسْلَامِ ابْنَ تَيْمِيَّةَ قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ يَقُولُ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ} [الفاتحة: 5] تَدْفَعُ الرِّيَاءَ {وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [الفاتحة: 5] تَدْفَعُ الْكِبْرِيَاءَ."

"Hati seorang hamba bisa terhinggapi dua penyakit berbahaya. Jika ia tidak memperhatikannya, ia dipastikan terlempar pada kebinasaan. Kedua penyakit itu adalah riya' dan kibriya' (sombong). Obat riya' adalah dengan firman Allah "iyyaka na'budu" (QS. Al-Fatihah: 5), sedangkan obat sombong adalah firman "wa iyyaka nasta'in" (QS al-Fatihah: 5). Dahulu aku sering mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah--semoga Allah sucikan rohnya--berkata,  _"iyyaka na'budu"_ menolak riya', "wa iyyaka nasta'in" menolak kibriya'."

[Sumber: Madarijus Salikin, hlm. 78]

Post a Comment

أحدث أقدم