Doa Agar Hujan Cepat Reda

Edumuslim.org - Hujan adalah anugerah bagi setiap makhluk dimuka bumi ini. Kehadirannya membawa berkah bagi kehidupan. Menyirami tanaman, menyuburkan tanah yang gersang, membasahi ladang yang kering dan memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Secara ilmiah hujan terjadi ketika uap air dalam atmosfer mengembun dan membentuk awan. Ketika kondisi atmosfer mendingin, tetesan air dalam awan berkumpul hingga menjadi cukup besar untuk jatuh ke bumi sebagai hujan. Proses ini dikenal sebagai kondensasi dan presipitasi dalam siklus air. Faktor lain seperti suhu udara, tekanan, dan kondisi atmosfer lainnya juga berperan dalam pembentukan hujan.

Secara alamiah, siklus ini berjalan tanpa henti. Meskipun para ahli telah menguraikan proses terjadinya hujan, ternyata proses ini telah dijabarkan secara rinci dalam Al-Quran. Sudah 14 abad yang lalu, ketika manusia belum memahami bagaimana hujan terbentuk, ayat-ayat Al-Quran telah secara rinci mengungkapkan proses tersebut, menunjukkan pengetahuan yang luar biasa pada masa itu.

Hujan Menurut Al-Qur'an


Ada sejumlah ayat Al-Quran yang menyebutkan hujan dalam berbagai redaksi, diantaranya dalam Al Quran surat Az-Zukhruf ayat 11:

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Artinya: Tuhan yang telah menurunkan air hujan dari langit dengan kadar tertentu. Kemudian dengan air itu Allah suburkan tanah-tanah yang gersang. Demikianlah kelak kalian akan dihidupkan kembali sesudah mati.

Ayat lain yang menyinggung hujan dapat ditemukan dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 10:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Artinya: Dialah Tuhan yang menurunkan hujan dari langit bagi kalian. Di antara air hujan itu ada yang menjadi minuman, ada yang menumbuhkan pepohonan, dan ada pula yang menumbuhkan rerumputan guna menjadi makanan bagi ternak kalian. 

Kemudian, hujan juga dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 48:

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ

Artinya : Allah lah yang mengirimkan angin. Angin itu menggerakkan awan, lalu awan itu membentang di langit sesuai kehendak-Nya. Allah menjadikan awan bergumpal-gumpal mengandung butir-butir air. Wahai Muhammad, engkau melihat hujan turun dari celah-celah gumpalan awan itu. Air hujan itu turun mengenai siapa saja yang Allah kehendaki, sehingga mereka merasa gembira. 

Ayat selanjutnya yang juga secara detail membahas tentang hujan adalah surat An-Nur ayat 43:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

Artinya: Wahai Muhammad, apakah kamu tidak berpikir bahwa sesungguhnya Allah lah yang menerbangkan awan beriring-iringan, kemudian menggumpalkannya, lalu menjadikannya beku, kemudian kamu lihat air hujan keluar dari celah-celah awan itu. Allah telah menurunkan hujan salju dari langit ke gunung-gunung. Turunnya hujan salju itu ada yang memberi manfaat dan ada yang mencelakakan manusia sesuai kehendak Allah. Awan itu ada yang mengandung petir yang dapat menyambar dan melenyapkan penglihatan manusia. 

Hujan juga disebut sebagai rahmat dan tanda kasih sayang Allah kepada makhluknya di Bumi. Sebagaimana tercantum dalam surat Asy-Syura ayat 28:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

Artinya: Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.

Menilik kandungan ayat-ayat diatas yang menjelaskan tentang hujan, maka dapat kita fahami bahwasanya hujan adalah bagian dari kehendak Allah secara mutlak yang tidak dapat diintervensi oleh makhluk baik terkait dengan waktu turunnya maupun waktu meredanya. Lantas bagaimana dengan doa meminta hujan cepat reda?

Hukum Meminta Hujan Cepat Reda


Yang menjadi pertanyaan apakah berdoa agar hujan reda (berhenti) termasuk kufur nikmat dan tidak mensyukuri adanya hujan? 

Doa memohon hujan reda tidak difahami sebagai penolakan atas nikmat hujan. Doa mohon hujan reda artinya menghendaki agar hujan yang turun dialihkan ke tempat lain disebabkan satu dan lain hal. Maka keliru jika menganggap doa ini sebagai bentuk penolakan atas nikmat hujan. Oleh sebab itu memanjatkan doa agar hujan cepat reda atau berpindah ke tempat hukumnya boleh.

Doa Ketika Turun Hujan


Sebelum membahas doa minta hujan reda, terlebih dahulu kita sampaikan doa saat turun hujan.

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

(Allahumma shayyiban nafi’an)

Artinya: “Ya Allah, curankahlah air hujan yang bermanfaat.”

Doa Agar Hujan Tidak Membawa Bencana Banjir


 اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Doa Apabila Hujan Disertai Angin Kencang

Doa Apabila Hujan Disertai Angin Kencang


 اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

Doa Apabila Hujan Lebat dan Petir


  سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Subhaanalladzii yusabbihur ro'du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbillah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepadaNya.

Doa Agar Hujan Reda

Berdoa agar hujan berhenti maksudnya adalah agar Allah berkenan mengalihkan hujan ke tempat lain. Dikarenakan adanya hajat yang mendesak seperti hendak mengadakan acara outdoor yang tidak memakai panggung dst. Berikut ini doa agar hujan cepat reda arab, latin dan artinya yang bisa anda amalkan.

Doa agar hujan cepat reda

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wadh dhiroobi, wa buthuunil Audiyati, wa manaabitisy syajarari

Artinya: “Ya Allah jadikan hujan ini di sekitar kami, bukan tepat di atas kami. Ya Allah jadikan hujan ini di atas perbukitan, anak-anak gunung, lembah-lembah, dan perhutanan.”

Doa Setelah Hujan Reda



مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatihi

Artinya: "Kita mendapat hujan hanya karena karunia dan rahmat Allah."

Doa Minta Hujan Turun 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa dengan mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma Aghitsnaa, Allahumma Aghitsnaa, Allahumma Aghitsnaa

“Ya Allah turunkan hujan untuk kami, Ya Allah turunkan hujan untuk kami, Ya Allah turunkan hujan untuk kami” (Beliau berdoa 3x)

Amalan Saat Hujan


Saat turun hujan bukan hanya sebagai rahmat bagi alam semesta ternyata disaat turun hujan adalah kesempatan yang baik untuk menunaikan beberapa amalan sunnah bagi seorang muslim. Berikut ini 4 hal memiliki keistimewaan jika dilakukan saat hujan.

1. Mandi dan Mengguyur Tubuh Dengan Air Hujan


Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Anas bin Malik pernah bersama Rasulullah SAW saat hujan. Rasulullah SAW pada saat itu menyingkap bajunya sehingga terkena tetesan air hujan.

Imam Nawawi memberi penjelasan lebih lanjut bahwa menyingkap baju berarti menyingkap sedikit badan. Hal itu dilakukan karena air hujan yang baru membasahi bumi diturunkan oleh Rabbnya, sehingga beliau ingin mendapatkan keberkahan dari air tersebut.

2. Wudhu Dengan Air Hujan


Berwudhu menggunakan air hujan mungkin masih terdengar cukup asing bagi sebagian orang. Hal ini karena biasanya berwudhu dilakukan dengan air yang berasal dari kran ataupun sungai.

Namun, Rasulullah SAW justru menganjurkan umatnya untuk berwudhu menggunakan air hujan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Qudamah bahwa Rasulullah SAW mengatakan:

 اُخْرُجُوا بِنَا إلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ طَهُورًا ، فَنَتَطَهَّرَمِنْهُ وَنَحْمَدَ اللّهَ عَلَيْهِ

”Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengan air tersebut dan memuji Allah atas nikmat ini.”[18]

Namun hadits tersebut termasuk hadits yang lemah karena terputus sanadnya atau muqothi.

3. Waktu Mustajab Untuk Berdoa


Selain membasahi tubuh dan berwudhu, amalan sunnah lainnya yang dapat dikerjakan yaitu membaca doa ketika turun hujan. Pastinya banyak sekali doa yang dapat dipilih, mulai dari doa memohon hujan bermanfaat, doa yang dibaca ketika turun hujan lebat, hingga disertai petir.

Selain itu, bisa juga membaca doa lainnya karena memang waktu ini mustajab sehingga sebaiknya tidak dilewatkan. Jangan lupa  untuk membaca doa setelah hujan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang paling berharga.

4. Dilarang Mencela Hujan


Diantara larangan saat hujan adalah mencela dan menyalahkan hujan. Bagi sebagian orang hujan kerap dianggap sebagai penghalang dan penyebab kegagalan atas rencana atau aktivitas yang dibuatnya. Maka hati-hatilah dengan sikap keliru ini. Karena ucapan atau celaan buruk terhadap hujan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Sesuai firman Allah SWT dalam surah Al Qaaf ayat 18 yang berbunyi:

 مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18)

Rasulullah SAW menasihatkan supaya tidak menyalahkan makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa atas segala urusan kita. Seperti beliau juga melarang untuk mencela angin dan waktu karena keduanya tidak memiliki salah sama sekali.

Pelajaran Yang Bisa Dipetik


Dari uraian diatas dapat dipetik beberapa faidah dan pelajaran sebagai berikut:

  1. Disunnahkannya mengulang doa 3x, sebagaimana saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta hujan dalam hadits ini.
  2. Bolehnya meminta seorang yang baik, shalih, agar berdoa kepada Allah
  3. Di antara adab meminta doa kepada orang lain adalah menyampaikan keadaan yang ada padanya, sebagaimana dilakukan oleh sahabat yang meminta hujan dan meminta agar hujan reda, mereka menyampaikan keadaan mereka.
  4. Bolehnya berbicara kepada khatib saat khutbah. Adapun berbicara dengan orang lain, selain khatib, maka ini terlarang.
  5. Pada hadits tersebut ada tanda-tanda kenabian, dengan terkabulnya doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat meminta hujan ataupun saat meminta reda.
  6. Di antara adab berdoa agar hujan reda adalah tidak meminta agar hujan berhenti secara total, tapi meminta agar hujan tersebut dipindahkan ke tempat lain.
  7. Berdoa agar Allah menghilangkan sesuatu yang bermudharat, menyebabkan kerusakan dan kerugian, tidak bertentangan dengan tawakal.


Penutup 


Doa meminta hujan atau menghentikan hujan keduanya pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Tujuan dari itu semua adalah untuk kemaslahatan bersama. Mengetahui ini semua kita patut bangga, ternyata hidup dengan mengikuti ajaran Islam itu sangat mudah dan indah. Selevel urusan hujan dijelaskan sedetail dan selengkap mungkin agar mudah dipraktikkan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua diatas jalan-Nya. Aamiin.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama